KENALI|RANGKAI|PAKAI [KRP] merupakan project personal dari Lintang Radittya. KRP berkonsentrasi pada seni bunyi, instalasi bunyi, seni kinetik dan seni elektronika. Blog ini beisi informasi tentang project yang sedang digagas, dan sedang di jalankan.

Translate

GLOSSARY MODULAR SYNTHESIZER (PART 1)


minimal system modular synthesizer 
(kenali rangkai pakai @2012)

Mengenal kembali sebuah sistem yang bernama modular synthesizer, kita akan di hadapkan dengan banyak istilah yang ,ungkin asing di telinga kita, tapi tak kenal maka tak sayang, tak tahu maka tak ingin membuatnya.

Beberapa istilah yang ada dalam teknologi Synthesizer :

Oscillator  : adalah suatu alat yang merupakan gabungan elemen-elemen aktif dan pasif untuk menghasilkan bentuk gelombanggelombang tertentu.


 

 http://www.personadigital.net/persona/Music/LFO.ht2.gif
  • LFO : Low Frequency Oscillator adalah sebuah isntrument atau modul yang menghasilkan gelobang tertentu dengan rate/ frequency yang bisa di atur. Modul ini meruopakan modul pengendali aatu controller. Beberapa jenis gelombang yang digunakan dalam modul inia antara lain : Square (kotak), Triangle (segitiga), Saw/ Ramp (Gergaji) dan Sinusodial (Lengkung), dan juga PWM (Pulse With Modulation)

http://www.siliconbreakdown.com/emuVCO
  • VCO : Voltage Control Oscillator : adalah modul dasar yang menjadi "noise source" dari sebuah synthesizer. Ini merupakn modul osilator yang dapat di kendalikan oleh osilator yang lain katena mengijinkan input voltage sebagi pengolah bentuknya. 
Filter : adalah sebuah modul yang memilki fungsi " menyaring" atau "meloloskan" frequency sebuah singnal, sehingga memeberi kontur/ karakteristik yang variatif pada noise yang melewatinya.
  • VCF : Voltage Control Filter, adalah sebuah modul pengolah filter (frequency/ equalizing) yangd apat dikendalikan parameternya, menggunakan mudol pengendali.  Model dari VCF antara lain :
  • LPF : Low Pass Filter, adalah filter yang akan mem"pass: atau meloloskan frequency rendah (atau biasa di kenal sebagi Low Q atau bass)
  • BPF : Band Pass Filter, adalah filter yang akan mem"pass: atau meloloskan frequency tengah (atau biasa di kenal sebagi Mid Q atau middle)
  • HPF : High Pass Filter, adalah filter yang akan mem"pass: atau meloloskan frequency tinggi (atau biasa di kenal sebagi High Q atau high)
Pada tingkat selanjutnya dapat dipelajari kembali tentang Stopband, Notch filter, All Pass Filter, Comb Filter dan Pole pada filter ( 2 pole = 12db/oct & 4 pole = 24db/oct, dan juga 6db/oct), Linear filter (Butterworth filter, Chebyshev filter, Elliptic (Cauer) filter, Bessel filter, Gaussian filter, Optimum "L" (Legendre) filter, Linkwitz-Riley filter)

Pada kendali VCF dikenal beberapa control dasar Cut Off yang memiliki fungsi memotong gelombang yang yang tidak diloloskan oleh filter dan juga Control Resonance yang akan menjadi "pengulangan" input source, pada kendali yang berlebihan akan menghasilkan osilasi.

 http://electro-music.com/forum/phpbb-files/110vca_645.gif

Amplifier : adalah salah satu modul yang memiliki fungsi mengontrol "gain" dari noise yang dihasilan di output
  • VCA : Voltage Control Amplifier, adalah modul yang mengendalikan contur volume dari output sehingga dapat di atur "pola" output dengarnya. Modul ini dapat dikendalikan melalui LFO, Sequencer, EG
 Envelope : jika kita mendengar sebuah suara ada memiliki proses fade in, fade out dan berapa lama konstant itu merupakan penjabaran paling mudah dari sebuah modul yang dikenal sebagi envelope. Pada modul Envelope di kenal beberapa istilah seperti : Attack, Decay, Sustain, dan Release.


  • Attack adalah waktu yang dibutuhkan untuk awal run dari nol untuk puncak,ketika control diberikan.
  • Decay adalah waktu yang dibutuhkan untuk turun ke level rendah dan mempertahankan posisi hingga hilang.
  • Sustain adalah posisi memepertahankan signal hingga hilang atau nol
  • Release adalah waktu yang dibutuhkan dari sustain ke nol setelah control dilepaskan.
 
 2x 8 Step Sequencer
(kenali rangkai pakai @2011)

Sequencer : adalah modul yang akan bekerja mengontrol urutan sequence secara otomatis. Sehingga melalui sequencer dapat di peroleh sebuah pola. Appregiator, drum machine. rhytem machine adalhs ala satua lat yang menggunakan sequencer sebagi controller-nya.

Lalu bagaimanakah sebuah synthesizer bekerja...?



Di bahasan selanjutnya kita kan berkenalan lebih jauh mengenai synthesizer.... :)

KRP//2013 (JANUARI - JULI) BUILD!!!!!

RANTAU RANJAU - VIBRATOR SYNTH


 8 STEP SEQUENCER + OPTOCOUPLER VCO


  ECHOCOSMOO

 ATARI PUNK CONSOLE + VCA (10 UNIT BUILDING)

 
 THEREMIN 12 SENSOR + VCA

 THEREMIN 6 SENSOR + THE EYE

 KRISNA DRONE SYNTH

KLRP DRONE SLEEP

KRP//2012 BUILD !!!!!

 TRIO FX + MODULATION BANK

  
  EDU MODULAR (PROTOTYPE)

MINI MONSTER

OPTICAL THEREMIN

GRANULAR DROJSMAL + MODULERING BANK 

 
STEP SEQ VS OSC

YELLOW MODULAR

 
BLIND DELAY MOD

MODULATION BANK

DIVIDER SIGNAL

ECHOBASE

STYLOPHONE

THEREMIN : GHOST INSTRUMENT


 Leon Theremin on theremin circa 1920s

Theremin menjadi salah satu bentuk alat musik atau modul noise yang cukup unik dalam pengoperasiannya, karean tanpa menggunakan body contact untuk memainkanya.

Theremin menjadi sangat tenar setelah Lev Sergeivich Termen (yang dikenal juga sebagai Leon Theremin) menemukan alat ini pada bulan Oktober 1920 sesaat setelah pecahnya perang sipil Rusia. 

Setelah memperoleh tanggapan yang positif dalam Konferensi Elektronik Moskow, Theremin diperagakan di hadapan Bolshevik, pemimpin Vladimir Lenin. Kemudian, Lenin terkesan dengan perangkat tersebut dan kemudian mulai mempelajarinya.

Semenjak saat tahun 1920-an setelah semenjak Leon theremin menciptakan alat ini di populerkan di Eropa, alat ini makin terkenal. Theremin kemudia di produksi secara massa oleh RCA Victor pada tahun 1929. Secara dasar alat ini memiliki 2 control Antena yaitu Antena vertical yang berfungsi sebagai pengendali pitch dan sebuah antena horizontal yang berfungsi sebagi pengendali volume.

 Logika dari theremin juga di aplikasikan dalam sebuah alat yang di sebut Ondes Martenot, yang di ciptakan oleh Maurice Martenot pada tahun 1929. Salah satu musisi populer yang menggunakan alat ini adalah Johnny Greenwood dari Radiohead. Pada perkembangan selanjutnya Robert MOOG juga menjadi salah satu orang penting yang mengembangkan theremin sebagi alat musik.

 
Maurice Martenot circa 1929

Logika memainkan theremin yang tanpa unik tanpa "menyentuh" instrument ini,  akhirnya membuat banyak para hobbiest electronic hingga musisi melakukan ekesperimentasi menciptakan instrumen ala theremin.

Salah satu ekperimentasi paling populer dari thremein adalah penggunaan LDR atau Light Depend Resistor, yaitu sebuah komponen elektronik yang merupakan variable resistor yang bkerja dengan trigger berupa cahaya.

  


KRP//2012 : TROJ MODULAR

YELLOW SYNTH
 

Sebuah design besar synthesizer pertama yang pernah di buat oleh KRP. Dalam modul terdapat beberapa modul voice/noise yaitu 2x VCO, modul control : 2xLFO 1xEG (ADSR), dan modul olah voice/ noise yaitu 12db LPF (VCF) dan VCA. 

Modul dari LFO menghasilkan signal pengolah yaitu signal square dan triangle yang dapat di transformasi menjadi Sawtooth/ Ramp menggunakan control Skew


Untuk memberikan contour bunyi yang lebih bervariasi, dalam mopdul ini di terapkan sebuah sistem filter single mode yaitu VC-LPF (Low Pass Filter) yang mampu dikendalikan dengan menggunakan modul LFO dan EG
Modul ini juga mengijinkan signal control dari luar berupa CV, gate, dan trigger untuk mengendalikan modul VCO dan EG.

Untuk memudahkan sistem koneksi dari tiap modul di gunakanlah sistem swithing secara toggling. 



Modul ini menggunkan PSU yang membutuhkan catu daya simetris yaitu +/-9V. Penggunaan dari sitem voltage simetris membuat action dari beberapa modul menjadi lebih maksimal dariapda jika menggunakan sistem single supply.

THE INSTRUMENT BUILDERS PROJECT


Selama 3 minggu dari akhir Juni hingga pertengahan Juli 2013, Lintang Radittya dAri Kenali Rangkai Pakai berkesempatan mengikuti sebuah program residensi dan kolaborasi seniman Indonesia - Australia, yaitu The Instrument Builders Project (IBP).

Program yang di kurasi Oleh Kristi Maya Monfries (Ind) dan Joel Stern (Aus) mengumpulkan beberapa seniman yang menciptakan instrument berbasis bunyi, antara lain : Asep Nata (Bandung), Wukir Suryadi (Yogyakarta), Andreas Siagian (Yogyakarta), Lintang Radittya (Yogyakarta) Ardi MP Gunawan (Jakarta), dan dari Australia di wakili oleh Rod Cooper, Dylan Martorell, Pia Kristi Van Gelder, Michael Candy.

Sesuai dengan konsentrasi di masing masing bidangnya : Asep Nata melakukan pembuatan istrument denga sistem tunning yang di temukan oleh beliau, beberapa karya Pak Asep kemudian di respon oleh Andreas Siagian dengan membuat sebuah instalasi perkusif electronis menggunakan logika mesin tatoo, dan Dylan Martonell yang menggunakan pemograman sequencing menggunakan arduino.



Rod Cooper, megulik kembali gitar/ banjo DIY-nya yang di bangun menggukan material kayu dan metal serta, menggunakan motor servo dari sebuah mesin printer. Dalam kesempatan ini Lintang Radittya, berkesempatan berkolaborasi dengan Rod, untuk menciptkan sebuah design motor synth menggunakan beberapa unit motor/dinamo yang signal electro magnetisnya di tangkap dengan menggunakan sebuah relay switch.



Wukir suryadi yang di tengah jalan harus meninggalkan project ini karena harus tour ke eropa bersama Senyawa, menyumbangkan sebuah luku (bajak) yang di olah oleh Dylan, Pak Asep, dan juga sebuah Instrument menggunakan akar, yang mengajak kolaborasi antara lain : Pia, Andreas, dan Lintang untuk meletakkan karya elektronis-nya di alat ini.



Ardi Gunawan yang merupakan seniman instalatif Indoensia yang tinggal di Australia, merespon ruangan dari ide bersama Wukir Suryadi, dengan meletakkan string string dari kawat di ruangan tersebut.

Michael Candy dan Pia van Gelder, membuat instalasi Outdoor (MOS) di pos 2 Merapi, dengan meletakan sebuah Synthesizer yang bekerja berdasarkan respon dari pergerakan dan kelembaban udara serta tanah.

More info klik : theinstrumentbuildersproject.com