KENALI|RANGKAI|PAKAI [KRP] merupakan project personal dari Lintang Radittya. KRP berkonsentrasi pada seni bunyi, instalasi bunyi, seni kinetik dan seni elektronika. Blog ini beisi informasi tentang project yang sedang digagas, dan sedang di jalankan.

Translate

KRP : ARTEFAK PROTO BOARD

PROTO : NOISE GEN V.1.0
PROTO : MATRIX SYNTH||KLUBZZZ

PROTO : SLEEP DRONE
PROTO : LUNNETA MINI (MATH SYNTH)
PROTO : MICROTHRMN
PROTO : NOISE GEN
PROTO : MICRODRONE MK I.0.1
PROTO : FILTER HAPPIER
PROTO : KRP-SCOPE

BUILDING REPORT : PUNKASILA INSTRUMENT

Akhir tahun 2013, KRP mendapat kesempatan untuk berkerjasama bersama PUNKASILA, untuk memuwjudkan sebuah project istrument yang akan mereka pergunakan dalam show mereka THE LEPIDOPTERS : A SCIENE FICTION OPERA


Instrument yang ingin di hadirkan Punkasila cukup unik, terinsiprasi dari karya karya seniman Amerika Robert Smithson.Beberapa instrument yang dihadirkan bentukini antara lain 2 buat gitar (salahs atunya dengan double neck) dan 1 buah bass bass gitar serta seperangkat drum synth (lengkap dengan drumpad-nya). Dalam proses-nya Lintang KRP bekerja bersama Prast (guitar building) dan Agung YE (drum sculture).


On Stage
Body building
Revisi setelah show di MOFO dan persiapan menuju show ke 2
LED SEQUENCE on BASS GUITAR

Pada ketiga instrument ini (2 gitar dan 1 bass) di letakkan sebuah LED System yang akan bereaksi sistem sequence-nya jika  terkena trigger dari external audio, diaman trigger itu berupa audio dari gitar atau bass itu sendiri. Berbasisi pada sequencer sederhana 4017 dan driving/ tracking signal audio menggunakan 2 op amp sebagai tracker-nya. Kecepatan sequence-nya akan bekerja sesuai dengan velocity audio yang dihasilkan. Pola sequencer pada 2 gitar adalah 1-3-5-2-4-8 dan pada bass gitar adalah 1+3 - 2+4 - 5+6 - 8


Moki drum synth

Alat lain yang juga di bangun di dalam project ini adalah DRUM SYNTH. Terinspirasi pada salah satu instrument yang digunakan oleh JOY DIVISION pada salah satu track-nya yang menggunakan layer DRUM SYNTH. Drum synth ini mengunakan sistem analog synthesizer, yang terdiri atas 1x LFO, 1xVCO, 1xCOLOUR NOISE, 1xVCA, dan 1xENVELOPE FOLLOWER + DECAY CONTROL. Dengan menggunakan drum pad yang menggunakan PIEZZO SENSOR, yang ketika dipukul akan mengirimkan signal voltage yang kemudian di tracking dan diolah oleh Envelope Follower. 


MODUL DRUM
Drum modul yang dibagun ini terdiri  atas 4 line drum module, yang dapat dikendalikan secara individual pada masing masing line. Sehingga masing line drum modul dapat diseting untuk menghasilkan suara yang berbeda beda. Beberapas uara yang dapat dihasilkan anatara lain : KICK DRUM, SNARE, TOM. FLOOR, dan berbagai jenis suara syntetic. Seacara hasil saura memang sangat sulit untuk memeperoleh beberapa suara drum kit akustik seperti SNARE, dan KICK. Untuk memeperoleh juga suara yang lebih FAT modul ini dikoneksikan pada sebuah mixer.


BUILDING REPORT : SIMPLE VC-LPF (VOLTAGE CONTROL LOW PASS FILTER)



KRP CV-LPF
Woooooou..... waoooooo.... wouuuuwww........satu karakter bunyi yang tentu dapat kita wujudkan dengan mulut. Dengan mengubah ubah bentuk bibir dan rongga mulut kontur bunyi seupa dapat dihasilkan. Atau secara bentuk lain, jika kita pernah mengenal bentuk salah satu FX gitar yaitu Wah wah, juga memiliki bentuk yang serupa.

Lalu dalam synthesizer, bagaimana kita bisa mewujudkan...? Jawabanya adalah pada satu modul yang kita kenal sebagai FILTER . Filter secara mudah dapat kite temui seperti equalizer pada perangakat audio. Cobalah anda mainkan struktur kontrol ekualizer, pada tiap sepertiga bagian secara ekstrem, secara kasar anda akan dapat memperoleh karakter filter.

Ada banyak sekali model filter, dari Low Pass Filter, Band Pass Filter, High Pass Filter, Band Stop Pass Filter, Notch Filter dan lain sebagainya. Tiap tiap jenis filter tentu saja memiliki keunikan bentuknya masing masing, dan mampu memperkaya karakter bunyi.
KRP CV-LCF
Dalam ekperiment kali ini KRP membuat sebuah simple Low Pass Filter (LPF) yang memiliki akses Control Voltage (CV)  untuk mengatur pemotongan frequency-nya. Dalam prototype ini terdapat beberapa kontrol yang di bagi dalam 2 section.  Section 1 (LPF), terdiri atas kontol : Resonance, Cut Off, dan Correcting Cut Off (COF), dan section 2 (LFO), terdiri atas kontrol : Rate LFO, Waveshape (Triangle, Saw, Ramp) dan satu kontrol Depth Modulation.

Skema dasar dari prototype ini mengacu kepada beberapa jenis type filter sederhana, seperti WSG MFOS, QD Filter, Leploop, dan RC Filter.  Sedang aplikasi pada LFO-nya mengacu pada skema dasar LFO 3 waveshape pada morphing OSC, dan juga beberapa skema Op Amp LFO.  Salah satu yang menarik dari filter ini adalah sistem bagaimana CV dari LFO menginjeksi Filter agar mampu membuat kontur sesuai dengan pola waveform-nya.

Secara teori filte rini tidak memiliki bagian modul yang langsung menerima injeksi CV, sehingga harus di buat sebuah metode bagaimana CV dapat mengakses pola cutoff pada filter. Banyak forum mengebutkan seri trasistor JFET 2n5457 ataupun J201 2SK30 sebagai transistor pengendalinya. Tetapi dalam prakteknya kami mendapat kesulitan dan mendapatkanya, salah satunya dalah kaream transitor utama-nya yaitu 2n5457 sudah tidak di produksi, semula dilakukan subtituysi dengan family transistor-nya yaitu menggunkana 2n5459 dan 2n5459 tetapi sekali lagi responya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Proses wiring dan correcting PCB

Secara logika kami mencoba mencari subtitusi logika (bukan komponen) untuk bisa menggantikan kinerja 2n5457, temuan kami selanjutnya mumcul ketika kami membaca skema dasar sistem modulasi pada beberapa efek seperti echobase dan echo cosmo, dimana untuk menghasilkan karakter tertentu modulasi dilakukan pada Delay time-nya dan menggunakan Transisitor BC560 sebagai akses modulator-nya. Experimenpun kami lakukan dengan menggunakan transisitor BC560 untuk mendriving modulasinya dan hasilnya : BERHASIL. Walaupun secara hasil tidak sehalus jika menggunkan 2n5457. Berikut sample video-nya :
 

VC-LPF + LFO (3 WAVESHAPE) vs KRP BLACKKK MODULAR


 SELAMAT BEREKSPERIMENT

BUILDING REPORT : 8 BIT OSCILLOSCOPE



Oscilloscope adalah salah satu instrument yang cukup penting dan berguna sebagai checker signal dalam berbagai instrument elektronik. Begitu juga dalam membangun sebuah synthesizer, oscilloscope juga menjadi instrument yang sebisa mungkin ada (tapi kembali kepada ekonomi).

Perkembangan software dan hardware subtitutif yang ada membuat seseorang yang membutuhkan alat pengechek signal tidak harus memiliki oscilloscope standart yang memang harganya cukup mahal. Walaupun secara hasil keakuratan oscilloscope tidak bisa di gantikan.

KRPscope prototype @2014
Forrest M . Mimms dalam bukunya pernah menerangkan bagaimana membuat DIY Oscilloscope, menggunakn matrix LED. Lengkap dengan skema dan cara kerja-nya. Oscilloscope sederhana ini lebih menjadi sebuah tester sederhana dan tidak dapat menggantikan fungsi oscilloscope itu sendiri.

KRP tertarik untuk membuat sendiri oscilloscope sederhana ini. Lewat sebuah korespondesi elektronik, dengan seorang DIY maker dari Perancis bernama Bennoit (www.benoit-bender.com) kami di berikan sebuah skema dan metode kerjanya, alat yang dia buat ini di bernama RAZMASCOPE.

Skema yang di shared oleh teman kami ini kemudian kami ujicoba untuk kami ciptakan board-nya. Dalam test yang dilakukan ada beberapa pola skema yang tidak dapat berjalan secara normal. Kemudian dilakukan komparasi antara skema yang di buat oleh Forrest M Mimms, untuk membuat revisi. Dari hasil komparasi ini akhirnya dilakukan beberapa modding para KRPscope.

revisi dan jumpering

Otak dasar dari modul ini adalah IC yang biasa di gunakan dalam BARGRAPH LED Audio Indicator, yaitu LM 3914 yang akan men-driving baris vertikal dan IC 4017 yang akan men-driving kolom horizontal. Kontrol yang terdapat di dalam modul ini antara Anttenuator Input, Vertical control Horizontal control, line/graph mode, dan juga rate waveform.

LM3914

Karena menggunakan sistem yang sangat sederhana, oscilloscope ini memiliki sangat banyak kelemahan. Kelemahan utama adalah frequncy tracking yang sangat terbatas (dalam uji coba : antara 10Hz – 200Hz), setting yang cukup runit terutama jika inputnya adalah signal analog (voltage).

Tetapi tetap memiliki kelebihan, yaitu portable karens memiliki ukuran yang kecil (tergantung pada design board dari maker-nya), bisa di fungsikan sebagai artistic device, karena jika kita berhasil melakukan setting akna di peroleh grafik signla yang cukup bagus.


Selamat membangun...!!!!!
Silakan email ke : kenalirangkaipakai@gmail.com |facebook : Kenalirangkai pakai| 
untuk interaksi membangun KRPscope.


BUIDING REPORT : MATH SYNT aka LUNNETA SYNTH

 

CMOS (complementary metal oxide semiconductor) synth atau LUNNETA SYNTH adalah salah satu varian dari pengembangan teknik synthesis bunyi. Secara konsep, Lunneta bukan di buat sebagai instrument musik baku, seperti synth jenis tertentu, tetapi lebih sebagai playfull synth.

Dalam experiment ini, KRP mencoba membangun LUNNETA SYNTH dengan menenrapkan beberapa modul dalam device ini. Modul modul yang di bangund alam device ini antara lain :
  • 4xLFO
Modul ini  menggunkan IC 40106 (Hex Schmitt Trigger) sebagai otaknya. 40106 sendiri merupakan IC dengan 6 OSC didalam chip-nya. Dalam modul ini hanya di gunakan 4 OSC saja. Masing masing OSC memiliki selector rate (high and low) serta individual rate control. Output (square wave) dan sebuah input yang bisa menerima external Control Voltage. Sehingga tiap OSC juga dapat berfunsi sebagai Voltage Control LFO.
  • 4xSTEP SEQUENCER
Sequencer yang di bangun dalam modul ini memiliki 2 mode, yaitu CV SEQUENCER dan GATE SEQUENCER. Menggunakan IC 4017 (Johnson Counter)  sebagai otaknya. IC 4017 sendiri dapat di maksimalkan hingga 10 steps. Untuk clock-nya dapat diambil dari LFO ataupun dari divider.

  • DIVIDER
Divider, merupkan modul pembagi signal. Pada modul ini di gunakan IC 4024 (7-stage binary ripple counter), yang memiliki 7output dividing, yaitu /2, /4, /8, /16, /32, /64, /128 . Tetapi dalam modul di device ini hanya di gunakan 6 devide. Modul ini menerima input berupa clock/ square wave. Setelah signal masuk speed/rate dari signla akan di split sesuai faktor pembaginya. Hasilnya dapat di terapkan sebagai clock sequencer, ataupun CV.
  • VCO
VCO atau Voltage Control Oscillator yang di bangun menggunakan IC 4046 ( Micropower Phase-locked Loop) sebagi otaknya. Modul ini memiliki control berupa pitch control dan skew control. Dengan output dasar berupa square wave, tetapi dalam beberapa modifikasi bisa di peroleh mod output dari beberapa pin-nya dan bisa di modding untuk memoeroleh variasi bunyi. Pad amodul ini dilakukan beberap modding output di beberap pin-nya.
 
  • ENVELOPE FOLLOWER
EF merupakans alah satu modul yang sebenarnya cukup populer, secara mudah bisa kita temui pada fx gitar seperti wah wah. Modul ini secara dasar bekerja mengubah signal input menjadi control. metode-nya adalah men-tracking signal dan di fungsikan sebagai CV yaitu Envelope sederhana. PAda modul ini KRP menggunakan IC 4049 (Hex Inverting Buffer), menggunakan beberapa inverting buffer didalanya untuk mengubah external signak sebagai envelope. Output dari modul ini adalah Gate dan CV.
  • 4xDC MIXER
Modul terakhir yanga da didalam alat ini adalahs ebuah simple mixer dengan 4 input dan 1 output. Modul ini adalh satu satunya modul dalam device ini yang tidak menggunakan IC CMOS sebagi otaknya. Dalam kasus alat ini, digunakan IC IC Op Amp standart (TL072) sebagai otaknya. Op Amp 1 digunakan sebagai mixing section dan Op Amp kedua di gunakan sebagai buffer signal dari output mixing.
 

Sistem koneksi antar modul yang digunakan di alat ini adalah sistem cable patch modular, dengan menggunakan banana jack dan banana bus sebagi sistem komunikasinya. Alat ini sepenuhnya dikendalikan dengan pemahaman logic modular, matematika dan imajinasi :p

Selamat bermain......
Ingin membangun modul ini silakan mengkontak KENALI|RANGKAI|PAKAI







COLOUR NOISE

Saat siaran radio habis, televisi habis anda pasti mendengar suara ".....zzzzzzzzzzzzzzzzzzz..." ya itulah noise. Dalam hal tertentu seperti kejernihan suara, noise adalah material suara yang justru di hindari, tetapi dalam fungsi tertentu (seperti processing signal) noise adalah material bunyi/ frekuensi yang justru di cari (diciptakan).

Sekarang kita memulai mengenal apakah Noise, noise adalah kumpulan signal random. Jika kita memperhatikan secara seksama spektrumnya, didalmnya terdapat berbagai jenis signal yang bercampur. Noise dalam proses-nya memiliki berbagi jenis bentuk, atau varian, berdasar pada Power Spectrum atau Spectral Density-nya.

Melalaui proses yang disebut Stochastic Process dapat diperoleh berbagai varian dari noise, atau yang bisa di sebut sebagai Colour of Noise. Beberapa jenis colour noise antara lain : 

WHITE NOISE 



White noise adalah salah satu varian dari color noise. Memiliki ciri khas spectral density/ power spectrum yang konstant. Demikian juga secara spectrum analyzer yang KRP lakukan (melalui metode Graussian) frequency dari 100hz - 16Khz spektrumnya cenderung konstant.

PINK NOISE



Memiliki ciri secara power spektrum di bandingkan dengan white noise, akan mengalami pengurangan sebesar 3dB per octave. Secara auditif, pink noise dibanding white noise, memiliki karakter frequency yg telah terfilter (dalam percobaan yang KRP lakukan, melalui proses LPF)
BROWN NOISE

Juga biasa disebut sebagai Red Noise, memiliki ciri secara power spektrum di bandingkan dengan white noise, akan mengalami pengurangan sebesar 6dB per octave.
BLUE NOISE


Blue noise juga disebut sebagai Azure Noise. Mengalami peningkatan 3bB (dengan proporsi 1/f)
VIOLET NOISE


Violet Noise juag disebut sebgai purple noise. Mengalami peningkatan frequency sebesar 6dB.
GREY NOISE
Salah satu colour noise dengan struktur spektrum kurva. 

Sebagai aplikasi experiment syntensis "noise", KRP membuat sebuah experiment dengan membuat module NOISE GEN. Module yang di buat oleh KRP ini hanya menerapkan 2 jenis noise yaitu : White Noise dan Pink Noise.


Goal dari ekperiment ini adalah membuat modul NOISE GENERATOR dengan daya rendah (9VDC/500mA), dengan menggunakan komponen dasar sebagi pembentuk white noise yaitu transistor jenis NPN (2N3904, BC109). Dengan transistor jenis ini dapat dibuat RAW NOISE, yag kemudian di filtrasi secara sederhana untuk mendapatkan frequency yang lebih kontant untuk menghasilkan White NOISE.

analizer menggunakan metode graussian
Setelah proses pada synthesis WHITE NOISE berhasil dilakukan, selanjutnya dilakukan proses synthesis PINK NOISE. Pada pembuatan modul ini digunakan sitem filtrasi (LPF) beberapa lapis, dan kemudian di akhir proses filter berlapis ini hasil yang sudah berupa PINK NOISE di buffer menggunakan transistor NPN.

analizer menggunakan metode graussian
Dua modul yang sudah jadi ini masih memiliki kelemahan, yaitu sisi audio yang masih terlalu lemah, untuk membuffer, hasil akhirnya dilakukan amplifikasi menggunakan LM386, sehingga mengalami peningkatan sebesar 200x dari basic audio-nya.

VIDEO SAMPLE

 FINAL RESULT
 


Jika ingin mendapatkan modul NOISE GENERATOR portable silakan berkontak dengan  
KENALI|RANGKAI|PAKAI