KENALI|RANGKAI|PAKAI [KRP] merupakan project personal dari Lintang Radittya. KRP berkonsentrasi pada seni bunyi, instalasi bunyi, seni kinetik dan seni elektronika. Blog ini beisi informasi tentang project yang sedang digagas, dan sedang di jalankan.

Translate

WAYANG NOISE – ENSKRIPSI KODE KODE JAWA #1

Ki Lurah Semar dan Eyang Bagong
Pertemuan saya dengan beberapa penggiat budaya Jawa, membuat kesadaran saya atas akar asli budaya saya kembali menjadi tegas. Sekian waktu selalu menyerapahi diri sebagai generasi yang tercerabut dari akarnya, akhirnya saya sudahi.

Salah satu point yang cukup mengena adalah tentang asal usul alam semesta, yang kalo di barat banyak di hubungkan dengan Big Bang Theory atau pun Evolusi Darwin, tetapi di dalam kultus Jawa permulaan alam semesta selalu berkoneksitas dengan hal hal yang acap kali di anggap sebagai hal yang irasional atau tak terbakukan secara ilmiah.

Lewat wayang (puppetry) kita dapat melakukan penelusuran tentang awal mula alam semesta. Subjek spesifik yang kemudian saya temui adalah Punakawan. Selama ini kita hanya mengenal 4 tokoh yang disebut punakawan yaitu Semar (sang Hyang Ismaya), Bagong, Petruk dan Gareng.

Mengacu kepada pemaknaan frase Punakawan yang terdiri dari 2 kata yaitu “puna/pana” yang berarti susah/sengasara dan “kawan” yang berati teman, sehingga Punakawan bisa di maknai sebagai teman dikala menderita/ susah. Mereka seringkali di tempatkan sebagai tokoh “abdi” atau pengayom dari satu generasi. Dan karena mereka menjadi teman dikala susah, maka guyonan/joke dari mereka lah yang meredakan duka lara dari tokoh tokoh yang mereka asuh. Guyonan yang ternyata tidak sekedar guyonan, tapi guyonan yang berisikan pesan.

Acuan dari makna kata Punakawan yang berarti “teman (abdi) dikala susah” sebenarnya jelas membuat kita bertanya apakah hanya ada 4 tokoh saja yang di sebut Punakawan, karena dalam mitologi cerita pewayangan, kemudian ada tokoh tokoh lain yang “di daulat” dengan fungsi yang sama. Mereka adalah Eyang Togog, Eyang Mbilung (Sarawita) dan 2 tokoh Punakawan wanita yaitu Eyang Limbuk serta Eyang Cangik.

ACAK BAUR : Perwujudan Chaos Theory dalam sebuah synthesizer



Project ini bermuka atas ketertarikan saya atas beberapa theory dalam ilmu eksak dan non eksak. Apakah mungkin di aplikasikan dalam sebuah system synthesizer. Salah satu teori yang sangat menarik dan punya potensi untuk diwujudkan menjadi sebuah system sythesizer adalah Chaos Theory.

"..... irregular motion of a dynamical system that is deterministic, sensitive to initial conditions, and impossible to predict in the long term with anything less than an infinite and perfect representation of analog values...." (Flake)


Chaos adalah system yang sangat berubah rubah atau dinamis, dan sangat sensitif dari nilai awalannya dan mustahil untuk di prediksi hasil atau kemungkinan selanjutnya. Teori yang menurut saya cukup menarik untuk bisa diwujudkan menjadi sebuah synth. Hal menarik lainya karena saya hidup di tempat (Indonesia) yang selalu memiliki potensi chaos. Chaos karena listrik yang tidak stabil, dan chaos karena susah mendapatkan komponen yang bagus. Bagaimana jika semua bentuk chaos ini di wujudkan dalam sebuah synth ? 
PROTOTYPE ACAK BAUR
ACAK BAUR bermakna “acak” artinya tidak teratur dan “baur” berarti bersatu/bergabung , acak baur adalah kesatuan atau gabungan dari kekacauan. Segala potensi chaos dalam kerja saya (listrik buruk dan komponen jelek) di pertemukan dalam synth ini.

LOGIKA DAN URUTAN MODULES :
  •  Step Tone Generator
Step Tone Generator adalah modul 2 osillator, dimana osilator 1 mentrigger oscillator ke 2, dan kemudian signal dari oscillator ke 1 di bagi oleh osilator ke 2. Sehingga mendapatkan data voltage yang saling bersilangan.
  • Clock Divider
Clock Divider adalah modul pembagi clock. Clock divide dari module ini terbagai dalam beberapa output. Keseluruhan modulanya adalah faktor dari 8 ( 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, 256, 512, 1024, dst). Dari dari Step Tone Gen
  • VCO ( VOLTAGE CONTROL OSCILLATOR)
VCO adalah modul oscillator yang secara mudah mudah sebagi basic penghasil suara/bunyi. Bekerja setelah mendapat  voltage dari modul lainya, dimana modul yang bekerja sebagai pemberi voltage (voltage control) adalah Clock Divider. Modul VCO dalam Acak Baur memiliki 3 control : Pitch, Skew control dan Range pitch. Proses modifikasi di lakukan pada control ke 3 yaitu Range Pitch, dimana yang seharusnya menggunakan switch di gantikan oleh potensiometer. Efeknya dalah perubahan yang dibaca tidak konstant oleh IC VCO.
Acak Baur sendiri adalah mini modular dengan koneksi antar modul menggunakan kabel breadboard/project board. Modul ini saling bekerja bolak balik, artinya sebagai clock master, Step Tone Generator sebagai basic LFO dapat di kendalikan oleh VCO dan juga dapat dikendalikan oleh Clock Divider ataupun oleh modul LFO itu sendiri.  

Goal secara bunyi dari Acak Baur adalah glitching, repeat dan juga data intervention. Acak Baur secara dasar adalah hybrid synth, dimana menggabungkan analog IC dari modul LFO dan digital CMOS IC di modul clock divider dan VCO.

ENDANGERED NOISE : Replikasi mekanis dan men-synth-kan Mainan Tradisional

Project yang saat ini masih berjalan ini adalah project kolaborasi saya bersama dengan istri saya (Y Dyah Nugrahini). Proyek yang bertunjuan mendokumetasikan, mengumpulkan dan mereplika kerja mainan mainan tradisional  di Jawa yang memiliki potensi  sonifikasi. Hingga saat ini sudah kurang lebih (baru) 7 permainan/mainan yang kami kumpulkan, antara lain :
  • Othok othok
  • Uthuk Uthuk
  • Rebana Gerabah
  • Gangsing
  • Saron mainan
  • Kitiran Gareng Petruk

KARAKTER PERMAINAN/MAINAN
Secara karakter, hampir keseluruhan dari mainan yang ada memiliki potensi sonifikasi yaitu noise, atau bebunyian yang rata rata kurang terstruktur, monoton dan kasar (harsh). Dari potensi yang dimiliki tiap tiap mainan ini kami melakukan proses replikasi cara bermain dan membuat potensi komposisi yang bisa di buat oleh mainan mainan ini.
  • AUTHOK AUTHOK
Dasar dari permainan ini adalah mainan Othok Othok, dinamai othok othok sesuai dengan bunyi yang dihasilkan. Secara dasar othok othok adalah permainan perkusif, dimana bunyinya dihasilkan dari pukulan stik kecil di kepala othok otok. Yang tepukul secara otomatis karena danya gear kecil. 


Proses replikasi yang dilakukan pada alat ini adalah dengan pemberian modul trigger yang terdiri dari motor DC, yang dikendalikan dengan relay swithcing yang aktif setelah mendapat CV/trigger. Dengan control master menggunakan gate/trigger sequencer akan di peroleh pola ketukan yang lebih terstruktur/ tidak monoton.
  •  DYNARON

Modul ini tercipta dari Saron mainan. Repilkasi cara memainkannya di lakukan dengan mengimplan DC motor (dinamo) secara horizontal di atas saron. Ketika motor DC diatas saron mendapat trigger yag mengaktigkan switching relay, maka pemukulnya akan bergerak centrifugal memukul bilah saron nya. Kemudian tinggal menggeser posisi pemukul centrifugalnya kebilah mana yang ingin berbunyi.

  • GANGSYNTH
Gangsynth adalah replikasi dan modifikasi cara bermain serta suara pada gangsing. Secara dasar gangsing ketika berputar hanya menghasilkan suara berdenging seperti layaknya oscillasi berfrekuensi tinggi. Tapi pada tahap selanjutnya dilakukan implant synth pada body gangsing, sehingga menghasilkan bunyi yang lebih variatif, tidak sekedar denging. Pada tahap awal proses ekperimentasi pertama dilakukan saat saya mengikuti program IBP3 (Intrument Builder Project) di National Gallery of Victoria (NGV) Australia. 


Proses eksperimentasi dan pemasangan synth yang saya lakukan selama masa residensi pada dasarnya mengalami kegagalan. Kegagalan ini terjadi lebih kepada belum ditemukan formula synth dan power yang bisa dipasang tanpa mempengaruhi keseimbangan gangsing. 

Dimana inti putaran dari gangsing adalah keseimbangan/balancing. Alih alih dari kegagalan tahap awal Gangsynth ini terciptalah karya berjudul Spinning Field, dimana saya menggabungkan sebua material berputar dan medan elektromagnetic yang mampu menghasilkan bunyi.

ANCIENT MSG : 14th CENTURY KING JAYABAYA PROPECIES GLASS HOUSE, GERTRUDE CONTEMPORARY GALLERY MELBOURNE AUSTRALIA



Pada bulan November – Desember 2015 saya berkesempatan untuk bergabung dalam kelompok residensi 2 negara Indonesia – Australia di Gertrude Contemporary Gallery Melbourne Australia. Project ini diwakili oleh Andreas Siagian, Tarama Pertamina, Ican Hareem, Lintang Radittya dari Indonesia dan juga Debris Facility, Tarquin Manek, Lara Thoms, dan Tim Dwyer mewakili Australia. Kristi Monfries sebagai kurator dalam project ini.


Project ini terbilang cukup unik karena menggabungkan artis artis dari berbagai disiplin kesenian, seperti Seni pertunjukan, Multimedia, Elektronik, Seni Rupa dan Musik. Pada akhir program residensi bentuk presentasi berupa performance art di jadikan pilihan.

Pilihan spesifik tema dengan Ramalan (Jangka) Jayabaya di pustuskan saat dilakukan presentasi awal dari masing masing artis. Ketertarikan dari ramalan Jayabaya ini terletak kepada kenyataan yang banyak diyakini terwujud saat ini. Skeptisme ala barat ternyata tidak menghalangi ketertarikan dari masing masing artis atas tema spesifik ini.

Dari kurang lebih 200 ramalan Jayabaya ini dipilih lah ramalah :
  1. Bumi semakin lama semakin mengkerut : Makna dari ramalan ini adalah ramalan Jayabaya tentang hilangnya jarak, karena teknologi sudah menyempitkan jarak dan merapatkan waktu, secara spesifik adalah Internet
  2. Pasar kehilangan suaranya : Masih ber koneksitas dengan internet dan globalisasi, keberadaan pasar tradisional (offline) semakin hilang, digantikan dengan keberadaan online store. Tanpa adanya proses jual beli yang nyata.
  3. Kuda makan sambal : Salah satu ramalan yang memiliki kode yang sangat rumit, kuda disini dimaknai sebagai “kendaraan”, salah satu cara mengenskripsi dari ramalan ini adalah melalui lagu tradisonal Jawa “Jaranan” dan kesenian kuda lumping.
  4. Laki laki berdandan perempuan, perempuan berdandan pria, Laki laki kehilangan kelaki lakiannya : Ramalan yang berkonteks tentang Transgender, dan perilaku seksual manusia hari ini, yang menyimpang secara dasar.
  5. Banyak orang mabuk doa : Ramalan ini berbicara tentang pengkultusan yang belebihan atas agama dan doa. Manusia hanya melakukan peribadatan dan doa tanpa tanpa henti hingga level trance/mabuk.
  6. Datangnya masa Kala Bendu : Ramalan ini berada di larik akhir dari ramalan tentang masa suram dunia, ditandai dengan munculnya “setan” dan pada akhirnya akan datang masa baru dengan lahirnya seorang Ratu Adil
Presentasi akhir dari program residensi 1 bulan ini di lakukan di Glass House Gallery Melbourne.