KENALI|RANGKAI|PAKAI [KRP] merupakan project personal dari Lintang Radittya. KRP berkonsentrasi pada seni bunyi, instalasi bunyi, seni kinetik dan seni elektronika. Blog ini beisi informasi tentang project yang sedang digagas, dan sedang di jalankan.

Translate

ANCIENT MSG : 14th CENTURY KING JAYABAYA PROPECIES GLASS HOUSE, GERTRUDE CONTEMPORARY GALLERY MELBOURNE AUSTRALIA



Pada bulan November – Desember 2015 saya berkesempatan untuk bergabung dalam kelompok residensi 2 negara Indonesia – Australia di Gertrude Contemporary Gallery Melbourne Australia. Project ini diwakili oleh Andreas Siagian, Tarama Pertamina, Ican Hareem, Lintang Radittya dari Indonesia dan juga Debris Facility, Tarquin Manek, Lara Thoms, dan Tim Dwyer mewakili Australia. Kristi Monfries sebagai kurator dalam project ini.


Project ini terbilang cukup unik karena menggabungkan artis artis dari berbagai disiplin kesenian, seperti Seni pertunjukan, Multimedia, Elektronik, Seni Rupa dan Musik. Pada akhir program residensi bentuk presentasi berupa performance art di jadikan pilihan.

Pilihan spesifik tema dengan Ramalan (Jangka) Jayabaya di pustuskan saat dilakukan presentasi awal dari masing masing artis. Ketertarikan dari ramalan Jayabaya ini terletak kepada kenyataan yang banyak diyakini terwujud saat ini. Skeptisme ala barat ternyata tidak menghalangi ketertarikan dari masing masing artis atas tema spesifik ini.

Dari kurang lebih 200 ramalan Jayabaya ini dipilih lah ramalah :
  1. Bumi semakin lama semakin mengkerut : Makna dari ramalan ini adalah ramalan Jayabaya tentang hilangnya jarak, karena teknologi sudah menyempitkan jarak dan merapatkan waktu, secara spesifik adalah Internet
  2. Pasar kehilangan suaranya : Masih ber koneksitas dengan internet dan globalisasi, keberadaan pasar tradisional (offline) semakin hilang, digantikan dengan keberadaan online store. Tanpa adanya proses jual beli yang nyata.
  3. Kuda makan sambal : Salah satu ramalan yang memiliki kode yang sangat rumit, kuda disini dimaknai sebagai “kendaraan”, salah satu cara mengenskripsi dari ramalan ini adalah melalui lagu tradisonal Jawa “Jaranan” dan kesenian kuda lumping.
  4. Laki laki berdandan perempuan, perempuan berdandan pria, Laki laki kehilangan kelaki lakiannya : Ramalan yang berkonteks tentang Transgender, dan perilaku seksual manusia hari ini, yang menyimpang secara dasar.
  5. Banyak orang mabuk doa : Ramalan ini berbicara tentang pengkultusan yang belebihan atas agama dan doa. Manusia hanya melakukan peribadatan dan doa tanpa tanpa henti hingga level trance/mabuk.
  6. Datangnya masa Kala Bendu : Ramalan ini berada di larik akhir dari ramalan tentang masa suram dunia, ditandai dengan munculnya “setan” dan pada akhirnya akan datang masa baru dengan lahirnya seorang Ratu Adil
Presentasi akhir dari program residensi 1 bulan ini di lakukan di Glass House Gallery Melbourne.


Tidak ada komentar: